Nama : Hema Nurul Istiqomah
kelas : 2pa15
npm : 14513012
SOSIAL FACILITATION
Sosial Facilitation adalah kecenderungan orang untuk melakukan tugas
dengan lebih baik bila tugas sederhana dan lebih buruk bila tugas
kompleks, dalam keadaan hadirnya orang lain dan kinerja dievaluasi
kehadiran orang lain meningkatkan Psycological Arosial (tubuh kita
menjadi lebih bertenaga).
contohnya : pada pertandingan badminton, misalnya jika tim saya bertanding di negara saya sendiri, maka tim saya akan termotivasi untuk menang, karena tim saya tampil di hadapan pendukung dari negara saya sendiri, yang pasti akan memberikan dukungan dan mempengaruhi motivasi dalam bertanding.
- Alertness: Kehadiran orang lain membuat lebih siaga.
Contohnya ketika
dosen mengadakan quiz dan ada salah satu mahasiswa yang menyontek, kemudian dosen tersebut berada disamping mahasiswa sampai quiz selesai, sehingga membuat mahasiswa itu siaga untuk berfikir dan mengerjakan soal sendiri.
- Evaluation Apprehension: Kehadiran orang lain membuat lebih peduli akan
penilaian terhadap diri kita.
Contohnya Alex menegur Dina ketika melakukan sebuah kesalahan.Darisitu Dinabelajar untuk mengevaluasi dan menilai dirinya sendiri.
- Distraction Conflict: Kehadiran orang lain dapat mengalihkan perhatian
kita saat menyelesaikan tugas. Contohnya ketika kita sedang menghafalkan materi untuk ujian, kemudian ada seorang pengamen yang mebuat kebisingan sehingga menggangu konsentrasi kita.
SOSIAL LOAFING
Sosial Loafing adalah kemalasan seseorang atau kecenderungan seseorang
untuk berkeja buruk bila tugas sederhana dan sebaliknya berkerja baik
bila tugas kompleks.
contohnya : ketika mengerjakan tugas kelompok melati yang dari awal
bergabung dalam kelompok diskusi kurang antusias. Kondisi ini diperparah
dengan anggota kelompok melati terdiri dari seseorang yang sangat
pandai. Hal ini semakin menkerdilkan motivasi melati dalam berkontribusi
dalam kelompok tersebut. Melati mengangap bahwa pendapatnya tidak akan
dianggap oleh anggota yang lain karena Melati bukan siapa-siapa
disbanding dengan anggota yang lain. Keengganan Melati inilah yang
kemudian disebut sosial loafing.
DEINDIVIDUASI
Deindividuasi adalah melonggarnya kontrol perilaku diri sendiri karna
telah berbaur dengan kelompok.
contohnya : Pelajar yang
ikut-ikutan tawuran. Pelajar yang bertawuran sudah tidak lagi mengenal control
diri dan perilakunya, mereka bergerombol mengatasnamakan solidaritas sekolah
mereka, saling berduel dan melukai layaknya jagoan-jagoan sakti sedang beradu
ilmu. Suatu tindakan yang bodoh dan jelas sangat tidak terpuji.
Sabtu, 25 April 2015
Rabu, 21 Januari 2015
Tugas 4
Apa peran internet sebagai
mediasi?
Mediasi adalah upaya penyelesaian konflik dengan melibatkan pihak ketiga yang
netral, yang tidak memiliki kewenangan mengambil keputusan yang membantu
pihak-pihak yang bersengketa mencapai penyelesaian (solusi) yang diterima oleh
kedua belah pihak.
Mediasi
disebut emergent mediation apabila mediatornya merupakan anggota dari sistem
sosial pihak-pihak yang bertikai, memiliki hubungan lama dengan pihak-pihak
yang bertikai, berkepentingan dengan hasil perundingan, atau ingin memberikan
kesan yang baik misalnya sebagai teman yang solider.
Pengertian
mediasi menurut Priatna Abdurrasyid yaitu suatu proses damai dimana para pihak
yang bersengketa menyerahkan penyelesaiannya kepada seorang mediator (seseorang
yg mengatur pertemuan antara 2 pihak atau lebih yg bersengketa) untuk mencapai
hasil akhir yang adil, tanpa biaya besar besar tetapi tetap efektif dan
diterima sepenuhnya oleh kedua belah pihak yang bersengketa. Pihak ketiga
(mediator) berperan sebagai pendamping dan penasihat. Sebagai salah satu
mekanisme menyelesaikan sengketa, mediasi digunakan di banyak masyarakat dan
diterapkan kepada berbagai kasus konflik.
Peran
internet sebagai mediasi yang memungkinkan terbentuknya berbagai model
consciousness & mendorong terbentuknya collective unconsciousness.
Model of Consciousness
Model of
Consciousness adalah penjelasan teoritis yang menghubungkan antara bagian
kesadaran dalam otak manusia dan fenomena kesadaran. Model of consciousneess
antara lain:
-
Global
Workspace Models, dikemukakan oleh Baars (1988)
-
Multiple
Draft Theory, dikemukakan oleh Daniel Dennett (1991)
-
The Dynamic
Core, dikemukakan oleh Tononi and Edelman (1998)
-
Information Integration
dikemukakan oleh Tononi (2004)
-
Thalamocortical
rhythms dikemukakan oleh Llinas, Ribary, Contreras & Pedroarena (1998)
-
Coalitions
of Neurons dikemukakan oleh Crick and Koch (1990)
-
Field Models
dikemukakan oleh Kinsbourne (1988)
Meskipun
teori mengenai model of consciousness sangat beragam, namun benang merrah dari
semua pendekatan yang beragam tersebut adalah mempelajari korelasi antara
aktivitas otak dan aspek kesadaran manusia.
Collective Unconsciousness
Adalah bagian
dari psikoanalisis yang dikemukakan oleh Carl Jung, collective
unconsciousness adalah bagian dari unconscious mind yang terdapat di
dalam manusia dan semua bentuk kehidupan yang memiliki sistem saraf, dan
menjelaskan bagaimana struktur dari psyche secara otomatis mengorganisir
berbagai macam pengalaman.
Beberapa faktor penyebab orang
melakukan plagiat :
· Kesuntukan masa dan tiada idea dalam menyiapkan sesuatu tugasan
· Tiada kemahiran dalam melakukan penyelidikan
· Sikap mereka yang melakukan plagiat itu sendiri
· Kurang pendedahan tentang plagiat dan undang-undang hak cipta
· Kesuntukan masa dan tiada idea dalam menyiapkan sesuatu tugasan
· Tiada kemahiran dalam melakukan penyelidikan
· Sikap mereka yang melakukan plagiat itu sendiri
· Kurang pendedahan tentang plagiat dan undang-undang hak cipta
Ada juga beberapa Elemen Plagiat adalah :
- Mengakui tulisan orang lain sebagai tulisan sendiri,
- Mengakui gagasan orang lain sebagai pemikiran sendiri
- Mengakui temuan orang lain sebagai kepunyaan sendiri
- Mengakui karya kelompok sebagai kepunyaan atau hasil sendiri,
- Menyajikan tulisan yang sama dalam kesempatan yang berbeda tanpa menyebutkan asal-usulnya
- Meringkas dan memparafrasekan (mengutip tak langsung) tanpa menyebutkan sumbernya, dan
- Meringkas dan memparafrasekan dengan menyebut sumbernya, tetapi rangkaian kalimat dan pilihan katanya masih terlalu sama dengan sumbernya.
- Adanya
peraturan yang harus dilakukan dalam etika penelitian dalam internet, di antaranya
adalah:
1. Menghormati martabat subjek penelitian
Penelitian yang dilakukan harus menjunjung tinggi martabat seseorang (subjek penelitian). Dalam melakukan penelitian, hak asasi subjek juga harus dihargai.
2. Asas kemanfaatan.
Penelitian yang dilakukan harus mempertimbangkan manfaat dan resiko yang mungkin terjadi. Penelitian boleh dilakukan apabila manfaat yang diperoleh lebih besar daripada resiko/dampak negatif yang akan terjadi. Selain itu, penelitian yang dilakukan tidak boleh membahayakan dan harus menjaga kesejahteraan manusia.
3. Berkeadilan
Dalam melakukan penelitian, setiap orang diberlakukan sama berdasarkan moral, martabat, dan hak asasi manusia. Hak dan kewajiban peneliti maupun subjek juga harus seimbang.
4. Informed consent
Informed consent merupakan pernyataan kesediaan dari subjek penelitian untuk diambil datanya dan ikut serta dalam penelitian. Aspek utama informed consent yaitu informasi, komprehensif, dan volunterness. Dalam informed consent harus ada penjelasan tentang penelitian yang akan dilakukan. Baik mengenai tujuan penelitian, tatacara penelitian yang akan dilakukan, manfaat yang akan diperoleh, kemungkinan resiko yang akan terjadi, dan adanya pilihan bahwa subjek penelitian dapat menarik diri kapan saja.
- Ditinjau dari faktor-faktor yang telah diuraikan diatas, penyebabkan plagiat masih berlangsung di kalangan mahasiswa, ada beberapa upaya yang harus di lakukan untuk mengurangi plagiat ialah sebagai berikut:a. Mempelajari tata cara penulisan karya ilmiah.b. Tindakan yang tegas bagi para plagiator.c. Menanamkan moral anti plagiat dalam diri sendiri.http://vennababysoraya.wordpress.com/2013/11/23/penulisan-14/ http://dhiyadhey.blogspot.com/2014/01/fenomena-plagiat-yang-terdapat-dalam.htmlhttp://dhiyadhey.blogspot.com/2014/01/fenomena-plagiat-yang-terdapat-dalam.html selasa (22:34)
Kamis, 04 Desember 2014
Internet Addiction Disorder
Internet addiction disorder (IAD), atau
gangguan kecanduan internet, lebih luas, terlalu sering menggunakan
internet, penggunaan komputer bermasalah atau penggunaan komputer
patologis, adalah penggunaan komputer yang berlebihan yang mengganggu
kehidupan sehari-hari.
IAD awalnya diusulkan sebagai gangguan dalam satir
tipuan oleh Ivan Goldberg, MD, pada tahun 1995. Ia mengambil judi patologis
seperti yang didiagnosis oleh Diagnostik dan Statistik Manual of Mental
Disorders ( DSM-IV ) sebagai modelnya untuk deskripsi dari IAD. Hal ini tidak,
bagaimanapun, termasuk dalam DSM saat ini sebagai tahun 2009. IAD menerima
pemberitaan pers, dan masa depan klasifikasi mungkin sebagai gangguan psikologis
terus diperdebatkan dan diteliti.
Aktivitas online yang, jika dilakukan secara pribadi,
biasanya akan dianggap merepotkan, seperti perjudian kompulsif atau belanja,
kadang-kadang disebut dorongan bersih. Lainnya, seperti membaca atau
bermain game komputer, yang mengganggu hanya sebatas bahwa kegiatan ini
mengganggu kehidupan normal. Pendukung klasifikasi gangguan sering divide IAD
menjadi subtipe oleh aktivitas, seperti berlebihan, luar biasa, atau tidak
pornografi penggunaan, game secara online jejaring sosial , blogging , email,
atau Internet belanja . Lawan mencatat bahwa perilaku kompulsif tidak mungkin
mereka akan ketagihan.
- Penyebab kecanduan internet
1. mencari
kesenangan
2. memiliki
mabisi yang tinggi
3. gagal
dalam kehidupan nyata
4. intelektualitas
tinggi
5. kurangnya
perhatian dari orang tua
- Gejala seseorang kecanduan internet
- tidak bisa
mengetur waktu untuk online dan untuk kegiatan lain
- lebih
senang menghabiskan waktu online daripada waktu bersama keluaraga dan teman
-
mengorbankan waktu tidur hanya untuk bisa online
- marah
ketika waktu online dibatasi
- tidak bisa
mengontrol perilaku termasuk agresif
·
Contoh Kasus
:
Ditemukan
kasus di Amerika dimana seseorang harus tidak lulus karena tidak pernah
menghadiri kelas untuk sibuk berinternet. Sedangkan untuk kasus didalam negeri
sendiri adalah seorang gadis usia 12 tahun kabur dari rumahnya selama 2 minggu,
selama itu gadis tersebut mengaku tinggal disebuah warnet untuk memainkan game
online (sumber: Media Indonesia).
·
Cara Mengatasi Internet Addiction (kecanduan internet)
1. cari tahu
masalahnya
jika anda menggunakan internet sebagai pelarian dari
masalah depresi, gelisah atau masalah hubungan bukan internet peleriannya.
Memanfaatkan internet sebagai tempat pelarian hanya akan membuat anda semakin
kecanduan internet. psikoterapi bisa menjadi alternatif. disana anda akan dapat
belajar bagaimana memanage stres yang baik.
2. kenali
pemicunya
menjadi seorang pecandu internet tentu karena dipicu
sutu hal. cari tahu dan kenali pemicunya. Apakah anda bosan, stres atau
kesepian? jika hal tersebut yang menjadi penyebabnya coba buat cara alternatif
untuk menghadapi perasaan tersebut. contohnya memperbanyak kesibukan atau
berjalan-jalan dengan teman
3. kurangi
sedikit demi sedikit kebiasaan berlama-lama di internet
bagi yang sudah kecanduan dengan internet coba sedikit
demi sedikit mengurangi kebiasaan anda bergaul terlalu lama dengan internet.
misalnya jika anda biasanya menghabiskan waktu 10 jam untuk berinternet coba
kurangi 2 jam saja untuk melakukan hal-hal lain seperti berkumpul dengan keluarga
atau mengikuti kegiatan sosial lainnya.
4. ubah pola
kebiasaan online
salah satu cara untuk mengurangi ketergantungan
internet adalah denagn mengubah pola kebiasaan berinternet
5. atur
ulang jadwal rutinitas
Jika Anda biasanya memeriksa e-mail pada pagi hari
setelah bangun tidur, coba periksalah e-mail tersebut setelah sarapan. Tak adal
salahnya menikmati waktu sarapan bersama keluarga karena bisa mempererat
keharmonisan hubungan. Jika sepulang dari kantor biasanya Anda langsung
nongkrong di internet, tunggulah sampai setelah makan malam. Sambil menunggu
makan malam Anda bisa berleyeh-leyeh di sofa sambil mendengarkan musik mungkin?
Mengajak teman yang bisa mengingatkan kita ketika kita tenggelam dalam keasyikan berinternet.
Menaruh komputer dan internet di tempat yang terbuka, juga menghubungkan diri dengan internet ketika berada di tempat publik. Kenyamanan berinternet memang berkurang, tetapi akan mengurangi risiko kecanduan.
Mengajak teman yang bisa mengingatkan kita ketika kita tenggelam dalam keasyikan berinternet.
Menaruh komputer dan internet di tempat yang terbuka, juga menghubungkan diri dengan internet ketika berada di tempat publik. Kenyamanan berinternet memang berkurang, tetapi akan mengurangi risiko kecanduan.
sumber :
5. http://ictwatch.com/internetsehat/2012/07/18/12-gejala-anak-kecanduan-internet/
Minggu, 23 November 2014
Aspek Psikologis dari Individu Pengguna Internet
Nama : Hema Nurul Istiqomah
Kelas/Npm : 2PA15/14513012
Aspek
Psikologis dari individu pengguna internet.
Banyak sekali
terjadinya fenemona identitas diri melalui internet secara identitas nyata
maupun identitas virtual yang memungkinkan individu mengubah sama sekali
identitas nyatanya ke sebuah identitas lain yang sifatnya virtual dan
karakteristik seseorang indvidu.
Saat ini banyak sekali
jejaring sosial yang bermuculan, seperti Facebook, Twitter, Path, Instagram dan
lain-lain. Banyak orang yang mengunakan identitas palsu atau bisa disebut
anonim untuk mendaftrakan diri / menjadi penguna aktif dari salah satu jaringan
sosial. Antaralain faktor-faktor yang membuat seseorang mengunakan identitas
palsu adalah untuk menutup jejak didunia maya, dan menjaga repotasi harga diri.
Dimana seseorang ingin meluapkan emosinya didunia maya, tanpa diketahui oleh
orang lain siapa dia sebenarnya.
Karakteristik
seseorang akan telihat berbeda, ketika dia berada didunia nyata dengan saat dia
berada di jejaring sosial. Saat didunia nyata mungkin dilihat karakternya
sangat pendiam dan tidak mudah bergaul atau tidak asik untuk diajak berbicara,
namun lain halnya saat didunia maya. Karakter dia menjadi anak yang mudah
bergaul dan asik untuk diajak bebicara.
Dalam jurnal ini
paparkan oleh Vivi Sahfitri bahwa : Berdasarkan hasil pembahasan dan analisa
yang telah dilakukan serta sesuai dengan maksud dan tujuan penelitian, maka
diambil kesimpulan sebagai berikut :
1. Berdasarkan
uji korelasi dan regresi diperoleh fakta bahwa secara parsial tidak ada
hubungan atau pengaruh yang signifikan antara Variabel pemanfaatan e-learning
terhadap Prestasi belajar mahasiswa. Pada Kondisi ini
dapat dijelaskan secara sendiri-sendiri atau parsial tidak terdapat pengaruh
pemanfaatan e-learning terhadap prestasi belajar Mahasiswa.
2. Pengaruh
secara parsial dari variabel pemanfaatan e-learning dengan kemampuan
pemahaman mahasiswa berdasarkan uji yang telah dilakukan menunjukkan
adanya pengaruh yang signifikan. Pada Kondisi ini dapat dijelaskan secara
sendiri-sendiri atau parsial terdapat pengaruh pemanfaatan
e-learning terhadap kemampuan pemahaman mahasiswa.
3. Hasil
pengujian regresi yang dilakukan secara bersama-sama atau uji serentak di
peroleh hasil bahwa Pengaruh secara bersama dari variabel pemanfaatan
e-learning dengan Prestasi belajar mahasiswa dan
kemampuan pemahaman Mahasiswa menunjukkan pengaruh yang signifikan dan positif.
Dalam
Jurnal Perilaku Penggunaan Internet pada Kalangan Remaja di Perkotaan
Berdasarkan hasil
penelitian yang dilakukan oleh Astutik Nur Qomariyah, mengenai perilaku
penggunaan internet pada kalangan remaja di perkotaan dengan berdasarkan
pertanyaan penelitian yang telah diajukan, maka peneliti dapat
menyimpulkan tiga hasil temuan penelitian. Yaitu :
Pertama,
usia responden saat pertama kali mengenal dan menggunakan internet ialah
12 tahun. Rata-rata saat itu mereka telah memasuki kelas VII SMP, dimana
tugas-tugas sekolah yang diberikan mulai mengharuskan mereka mencari sumber
atau bahan-bahannya di internet sehingga mereka dituntut harus bisa
menggunakan internet. Sebagian besar remaja perkotaan dalam penelitian ini
mengungkapkan bahwa teman sebaya (peer groups) dijadikan sebagai
sumber belajar pertama kali berinternet bagi mereka, baik untuk bisa
melakukan aktivitas-aktivitas intenet tertentu yang lebih bersifat
kesenangan (seperti: chatting, bermain game online, membuat account di
salah satu situs social networking atau bahkan mengunjungi
situs-situs pornografi) maupun membantu mereka untuk kepentingan akademis
yakni mencari bahan atau sumber untuk menyelesaikan tugas sekolah.
Berdasarkan aspek
intensitas penggunaan internet, sebagian besar remaja perkotaan lebih sering
mengakses internet di warnet meskipun di sekolah mereka terdapat fasilitas
internet yang dapat dimanfaatkan secara free (baik di
laboratorium komputer atau perpustakaan sekolah). Frekuensi internet yang
digunakan bagi remaja perkotaan yang sering mengakses internet di rumah
cenderung lebih sering dengan durasi setiap kali mengakses internet lebih lama
dibandingkan dengan remaja perkotaan yang sering mengakses internet di tempat
lainnya, seperti: warnet, sekolah atau wifi area. Dari jumlah waktu penggunaan
internet per bulan menunjukkan bahwa pada umumnya kalangan remaja di perkotaan
yang sering mengakses internet di rumah termasuk dalam kategori heavy
users (pengguna internet yang menghabiskan waktu lebih dari 40 jam per
bulan). Sedangkan remaja di perkotaan yang sering mengakses
internet di warnet dan memanfaatkan wifi area publik sebagai tempat akses
internet mereka dikategorikan sebagai medium users (pengguna
internet yang menghabiskan waktu antara 10 sampai 40 jam per bulan). Sementara
itu, bagi remaja di perkotaan yang sering mengakses internet dengan memanfaatkan
layanan internet yang tersedia di sekolah menunjukkan bahwa pada umumnya mereka
tergolong sebagai light users(pengguna internet yang menghabiskan
waktu kurang dari 10 jam per bulan).
Kalangan remaja di
perkotaan menggunakan internet untuk untuk empat dimensi kepentingan, yaitu
informasi(information utility), aktivitas kesenangan (leisure/fun
activities), komunikasi (communication), dan transaksi(transactions).
Contoh kasus :
Sebuah Universitas di
Jeman meneliti seorang pasien wanita yang telah bermain games di internet
selama beberapa jam sehari dengan periode lebih dari tiga bulan dan menggunakan
berbagai personalitas dari sejumlah tokoh-tokoh rekaan secara lambat laun
mengambil alih personalitas yang telah diabaikan.
Pasien tersebut
kehilangan kendali atas identitas dan kehidupan sosial miliknya sendiri, kata
Bert de Wildt dari Universitas itu seperti dilaporkan DPA dalam psikoanalisis
para ahli terapi menemukan pasien wanita itu telah berkembang menjadi ber kepribadian
ganda.
Adapun seseorang yang
bernama Billy, nama aslinya William Stanley Milligan dia memiliki 24
kepribadian, dia adalah orang pertama dalam sejarah Amerika yang dianggap tidak
bersalah atas berbagai tindak kriminal serius dengan alasan tidak waras, karena
dia memiliki kepribadian majemuk. Dia tidak pernah ingat tindak kriminal yang
dilakukannya. Orang lain melihat fakta-faktanya memang dia yang melakukan,
tetapi Billy tidak pernah ingat dan tidak pernah merasa.
Aspek demografis pengguna
internet
Aspek demografis adalah aspek yang harus
mempertimbangkan gender, usia, budaya, dan SES (social-economic-status) dalam
interaksi individu dan internet.
1. Gender
·
Dampak positif internet
Dilihat dari segi
positif nya internet memiliki banyak sekali dampak yang sangat luar biasa
hebatnya pada dunia pengetahuan. Para wanita karir maupun ibu rumah tangga kini
dapat memiliki banyak sumber dan pedoman serta informasi-informasi untuk dunia
kerja maupun keperluan sehari-hari misalnya : informasi untuk pekerjaan
,informasi resep makanan bagi ibu rumah tangga.
Selain program didalam
dunia kerja, internet juga menawarkan aplikasi berbentuk permainan elektronik
yang pada umumnya tidak secara khusus diberi muatan pendidikan formal tertentu.
Permainan elektronik tersebut membantu wanita karier untuk menghilangkan
kejenuhan dalam berkerja, membuat strategi, membangkitkan semangat kepemimpinan,
dan bermain peran (role play).
Internet juga bisa
menjadi tempat bisnis bagi wanita yaitu dengan online shop dengan begitu wanita
bisa mempunyai penghasilan sendiri namun ia tetap bisa dirumah mengurus
keluarganya .
Internet telah banyak
membantu manusia dalam segala aspek kehidupan sehingga internet mempunyai andil
penuh dalam kehidupan sosial. Dengan adanya internet apapun dapat kita lakukan
baik positif maupun negative.
·
Dampak negatif internet
a)
Kejahatan di dalam dunia maya
b)
Pornografi
c)
Kekejaman dan Kesadisan
d)
Penipuan
e)
Penipuan belanja online
f)
Perjudian
g)
Mengurangi sifat sosial manusia
2.
Usia
Masa anak-anak adalah
masa keemasan dimana anak-anak berada dalam masa bermain serta belajar
terhadap apa yang belum diketahuinya. Tapi, dimana sekarang perubahan
teknologisemakin pesat, banyak anak-anak terutama pada anak
yang berusia 5 hingga 12 tahun lebih menyukai bermain dengan teknologi baru
seperti playstation, game online, handphone, tablet ataupun ipad.
·
Dampak positif
1. Memudahkan
anak mendapatkan informasi dengan lebih cepat.
2. Anak dapat
mengenal serta menjalin komunikasi dengan berbagai orang dari
belahan dunia.
3. Akibat
kemajuan teknologi, banyak permainan-permainan kreatif dan menantang yang
ternyata banyak disukai oleh anak-anak.
·
Dampak negatif
1. Anak terlalu
cepat puas dengan pengetahuan yang didapatnya dari dunia.
2. Karena
teknologi memberikan banyak kemudahan, tidak sedikit anak-anak tidak sabar
dalam menghadapi kelambatan dan kesulitan.
3. Selain itu,
kemajuan teknologi berdampak pada kurangnya sosialisasi anak pada
teman-temannya karena lebih menyukai menyendiri dengan permainan teknologinya.
4. Budaya
Pada masa
sekarang, kita semua pasti tahu bahwa kemajuan teknologi terasa begitu sangat
pesat. Pesatnya kemajuan ini tentunya membawa banyak perubahan terhadap
kebudayaan di Indonesia. Tidak bisa di pungkiri bahwa kemajuan teknologi
informasi ini memang harus terjadi di Negara Indonesia ini, agar Negara
Indonesia tidak kalah saing dengan Negara lain.
·
Dampak Positif
1. Pertukaran
informasi berlangsung sangat cepat.
2. Memudahkan
pekerjaan manusia.
3. Pekerjaan yang
dilakukan seseorang menjadi lebih efektif dan efisien
4. System
pembelajaran tidak harus tatap muka dengan guru karena dengan kemajuan TIK
khusunya Internet kita bisa melakukan V-class. Dan masih banyak yang lainnya.
·
Dampak negative
a)
Masuknya budaya asing yang tidak baik.
b)
Lupa akan waktu
c)
Merosotnya nilai moral
Kesimpulan
Semakin berkembangnya dunia internet pada era ini banyak sekali menimbulkan
kesan pro dan kontra, tetapi semua itu kembali lagi pada para pengguna itu
sendiri apakah mereka akan menggunakan internet dengan bijak sehingga dapat
membawa hal-hal positif bagi para penggunanya atau menggunakan internet dengan
tidak bijak sehingga hanya dapat menimbulkan hal yang buruk bagi dirinya
sendiri atau orang lain. Semua itu kembali pada pribadi anda masing-masing.
Daftar Pustaka:
(3) Gackenbach, J. (2007). Psychology and the
internet: Intrapersonal, interpersonal, and transpersonal implications. Kanada:
Academic Press. (Demografi, dll)
http://worldalternativeenergy.wordpress.com/2013/11/09/psikologi-dan-internet-dalam-lingkup-intrapersonal-3-aspek-psikologis-dari-individu-pengguna-internet-dan-aspek-demografis-dari-individu-pengguna-internet.html
Langganan:
Postingan (Atom)